Jumat, 26 Desember 2014

Perkembangan Islam Masa Rasulullah

Islam Masa Rasulullah di Mekkah

Nabi Muhammad dilahirkan pada hari senin tanggal 12 Rabiul awal, tahun gajah, kira-kira 571 masehi. Dinamakan tahun Gajah karena pada waktu kelahiran beliau, ada seorang gubernur dari kerajan Nasrani Abisinia yang memerintah di Yaman bermaksud untuk menghancurkan Ka’bah dengan para pasukannya yang mengendarai Gajah. Belum tercapai tujuannya tentara tersebut, Allah telah menghancurkan mereka dengan mengirimkan burung Ababil. Karena pasukan itu menggunakan Gajah, maka tahun tersebut dinamakan tahun Gajah.

Disamping tidak pernah berbuat dosa (ma’shum), nabi Muhammad SAW juga selalu beribadah dan berkhalwat di gua Hira. Sehingga pada tanggal 17 Ramadhan, beliau menerima wahyu pertama kali yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5. Pada saat itu pula Nabi dinobatkan sebagai Rasulullah atau utusan Allah SWT kepada seluruh umat manusia untuk menyampaikan risalah-Nya. Ini terjadi menjelang usia Rasulullah yang ke 40 tahun. Setelah sekian lama wahyu kedua tidak muncul, timbul rasa rindu dalam dada Rasulullah SAW. Akan tetapi tak lama kemudian turunlah wahyu yang kedua yaitu surat al-Mudatsir ayat 1-7. Dengan turunnya surat tersebut mulailah Rasulullah berdakwah.

Jumat, 05 Desember 2014

7 Indikator-indikator Bahagia di Dunia Menurut Ibnu Abbas

Siapa yang tidak kenal dengan Ibnu Abbas. Sahabat senior yang selalu menyertai baginda Rosulullah sallallahu alaihi wasallam. Dikalangan para mufassir, beliaulah terunggul di antara yang lain. pada umur 9 tahun saja ibnu Abbas kecil telah hafal Al-Qur’an dan menjadi imam masjid. Sampai Nabi pun pernah berdo’a khusus untuk beliau.

“Allahumma faqqohhu fiidaini,wa a’llamhutta’wiila”

Artinya: “Ya Allah, berilah kepadanya pemahaman tentang agama dan ajarilah dia tentang takwil”

Suatu hari ia pernah ditanya oleh para tabi’in tentang mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia.
Ibnu Abbas menjawab, ada 7 indikator mengenai kebahagiaan dunia:

Rabu, 17 September 2014

Sentimen Anti-Islam Berbalik Menjadi "Senjata Ampuh" Islam

Sentimen anti-Islam pada banyak negara ternyata membuat semakin menambah jumlah orang yang mempelajari Islam dan akhirnya memegang erat Islam. Fenomena tersebut antara lain terjadi di Perancis dan Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Prancis melarang dikenakannya jilbab. Bahkan mantan Presidennya, Nicolas Sarkozy menyebarkan isu Islamofobia yaitu dengan berusaha menggelar debat publik membandingkan Islam dengan nilai-nilai yang dianut negara sekuler. Bukannya mengurangi jumlah para Muslim di negara tersebut, "Gerakan Pembenci" Islam tersebut justru membuat para warga Prancis berbondong-bondong masuk ke agama Islam hingga membuat populasi Muslim disana mencapai 6 juta jiwa! Exellent, itu jumlah muslim terbesar di eropa. bahkan lebih besar dari jumlah umat Katolik Roma di negara Prancis.