Rabu, 17 September 2014

Sentimen Anti-Islam Berbalik Menjadi "Senjata Ampuh" Islam

Sentimen anti-Islam pada banyak negara ternyata membuat semakin menambah jumlah orang yang mempelajari Islam dan akhirnya memegang erat Islam. Fenomena tersebut antara lain terjadi di Perancis dan Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Prancis melarang dikenakannya jilbab. Bahkan mantan Presidennya, Nicolas Sarkozy menyebarkan isu Islamofobia yaitu dengan berusaha menggelar debat publik membandingkan Islam dengan nilai-nilai yang dianut negara sekuler. Bukannya mengurangi jumlah para Muslim di negara tersebut, "Gerakan Pembenci" Islam tersebut justru membuat para warga Prancis berbondong-bondong masuk ke agama Islam hingga membuat populasi Muslim disana mencapai 6 juta jiwa! Exellent, itu jumlah muslim terbesar di eropa. bahkan lebih besar dari jumlah umat Katolik Roma di negara Prancis.