“Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa)nya di waktu kamu berjalan dan waktu-waktu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu onta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).” (QS. An-Nahl : 80).
Apa makna rumah sebagai tempat tinggal? Tempat tinggal adalah tempat dimana kita dapat beristirahat dengan nyaman, melepas lelah setelah seharian kita beraktivitas, merasa aman dari terik matahari, tiupan angin, hewan buas dan derasnya hujan. Allah menjadikan rumah sebagai tempat tinggal kita untuk beristirahat dan merasakan perasaan aman.
Allah menjadikan rumah kita kokoh berdiri tidak mudah roboh oleh tiupan angin. Kalau Allah menghendaki, tentunya tidak susah bagi-Nya untuk meruntuhkan rumah dengan sekali tiupan angin. Namun, dengan rahmat-Nya, Allah melindungi rumah kita dari kehancuran, karena hal ini sabagai janji Allah untuk menjadikan rumah sebagai tempat tinggal kita. Allah telah menganugrahkan kita akal untuk berfikir, sehingga kita ditakdirkan mampu membuat struktur rumah yang kokoh. Allah pula yang menyediakan berbagai macam bahan-bahan bangunan seperti batu yang dapat kita ambil di gunung tanpa perlawanan dari gunung, begitu pula berbagai jenis kayu.
Demikian pula Allah telah menyediakan bahan bangunan lainnya seperti besi, semen dan tanah yang dapat dibuat batu bata, semuanya ditundukkan oleh Allah, sehingga manusia dapat memanfaatkannya untuk kepentingan dan kebutuhan hidup manusia.
Tanah sebagai tempat kita berpijak telah Allah jadikan dalam keadaan stabil, sehingga kita dapat merasa nyaman berjalan di atasnya. Walaupun bumi ini berputar, tetapi kita tidak merasakan gangguan yang diakibatkan oleh perputaran bumi karena Allah telah menganugrahkan gaya gravitasi pada bumi. Sungguh sempurna Allah menjadikan bumi sebagai tempat tinggal bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Selanjutnya, sebagai khalifah di dunia kita memiliki kewajiban untuk memakmurkan bumi dan dengan bekal akal yang Allah berikan kepada kita maka kewajiban kita adalah menjaga kelestarian bumi. Allah secara tegas melarang kita untuk melakukan kerusakan di muka bumi, karena Allah telah menyediakan bumi ini kepada kita sebagai tempat tinggal sementara yang memberikan rasa aman, ketenangan, ketentraman dan rasa kedamaian.
Lalu adakan nikmat Allah lainnya yang terkait dengan tempat tinggal kita? Rumah tanpa perabotan dan peralatan rumah tangga tidaklah sempurna. Allah swt telah menyediakan semua bahan-bahan untuk tempat tidur kita dengan menumbuhkan pohon kapas di perkebunan, penumbuhan rambut dan bulu dari kulit ternak yang dengan itu kita dapat membuat karpet, sajadah, sprey, bed cover, jaket dan berbagai jenis pakaianbahkan kemah yang dapat kita gunakan melindungi tubuh kita dari udara dingin.
Dengan tempat tidur, perabot rumah, bumi yang tenang dan layak huni serta rumah yang aman manusia benar-benar telah merasakan anugerah Allah swt berupa ketenangan dan keamanan. Potensi fikriyah dan amaliyah yang amat besar telah diberikan Allah swt kepada kita sehingga kita dapat memakmurkan bumi, membuat dan tinggal di dalam bangunan yang kokoh. Itu adalah saksi bahwa ada Pencipta Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yaitu Allah.
Sumber : Buletin Jum’at “Al-Bayan”, Terbitan/Edisi 411, Oleh Rini.
