Rasulullah SAW menyatakan, sesungguhnya menjelang hari kiamat nanti,
Isa akan turun kembali ke bumi. Istilah ini dalam versi Kristian disebut
dengan The Second Coming (kedatangan untuk kedua kali).
Kedatangannya untuk mengajak umat manusia agar mengikuti ajaran yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW.
Tak hanya itu, kedatangan Isa juga akan membersihkan aliran-aliran
dan akidah yang sesat dan menyesatkan serta menghancurkan tiang-tiang
salib.
” Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit). Apabila kamu telah melihatnya, ketahuilah bahawa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan menitiskan air walaupun ia tidak basah.” (HR Abu Dawud).
” Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit). Apabila kamu telah melihatnya, ketahuilah bahawa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan menitiskan air walaupun ia tidak basah.” (HR Abu Dawud).
” Sekumpulan dari umatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat sehingga turunlah Isa bin Maryam. Maka, berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi), ‘Kemarilah dan imamilah solat kami.’ Ia menjawab, ‘Tidak. Sesungguhnya, sebahagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebahagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada umat ini (umat Islam).” (HR Muslim dan Ahmad)
Hal pertama yang akan dilakukan Isa setelah turun dari langit adalah
menunaikan solat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadis-hadis di atas.
Isa akan menjadi makmum dalam solat yang dipimpin oleh Imam Mahdi.
Peristiwa kedatangan Isa ini sebelumnya akan didahului oleh keadaan
dunia yang dipenuhi dengan kezaliman, kesengsaraan, dan peperangan besar
yang melibatkan seluruh penduduk dunia.
Pada saat itu, seorang pemimpin Muslim (Al-Mahdi) akan berhadapan
dengan Dajjal yang telah menyebarkan fitnah di kalangan umat Islam.
Maka, saat itulah, Isa putra Maryam akan turun ke bumi dan menumpas
semua itu dan membunuh Dajjal, membersihkan segala penyimpangan agama,
dan menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal. Dajjal ini mengaku bahawa
dirinya sebagai Tuhan. Maka, Isa akan bekerja sama dengan Imam Mahdi
untuk membanteras semua musuh-musuh Allah.
Selain itu, Isa juga akan menyelamatkan manusia dari fitnah Ya’juj
dan Ma’juj. Dalam hadis yang diriwayatkan Thabrani, disebutkan, fitnah
dan kejahatan Ya’juj dan Ma’juj ini sangat besar. Tiada seorang manusia
pun yang dapat mengatasinya. Jumlah mereka sangat banyak sehingga kaum
Muslim terpaksa menyalakan api selama lebih kurang tujuh tahun untuk
berlindung dari serangan dan panah-panah Ya’juj dan Ma’juj.
Sebagaimana dikisahkan, Ya’juj dan Ma’juj selama ini terkongkong
dalam sebuah tembok yang dibuat oleh Zulkarnain. Mereka akhirnya boleh
keluar setelah secara perlahan-lahan melubangi tembok tersebut. Tembok
Zulkarnain itu diperbuat dari besi dan tembaga dan terletak di daerah
Georgia (Asia Tengah).
Untuk mengatasi masalah ini, kaum Muslim terpaksa berlangsung di
bukit Thursina selama beberapa waktu. Hingga akhirnya Isa berdoa kepada
Allah agar menghantar bantuan dan doa itu pun dikabulkan. Saat itulah,
Ya’juj dan Ma’juj berjaya diatasi (HR Ahmad, Muslim dan Tirmidzi dari An
Nawwas bin Sam’an).
Setelah berjaya mengalahkan Ya’juj dan Ma’juj, Isa pun kemudian
wafat. Menurut sejumlah riwayat, saat diturunkan hingga wafatnya kelak,
itu terjadi selama 40 tahun. Dan, kehadiran Isa ini merupakan salah satu
tanda-tanda berlakunya kiamat kubra (besar).
